Senin, 26 Mei 2014

Zionisme dan Propaganda Adu Domba

para-penjilat-illuminati
Pecah belah dan kuasai (divided and conquered) adalah program Zionisme dalam menaklukkan negeri-negeri Muslim. Termasuk di Indonesia, lewat para pengasong virus “Sepilis” yang saat ini mulai ‘sepi order' dan kembali menebar fitnah.
Zionisme punya berbagai cara untuk melemahkan Islam. Dari cara-cara yang terlihat kasar, sampai pada misi-misi halus yang bertujuan memberangus Islam sampai ke akar-akarnya. Di Indonesia, konfrontasi secara fisik masih dianggap tak memungkinkan, mengingat kekuatan yang begitu besar dari umat Islam yang merupakan penduduk mayoritas di negeri ini. Karena itu, digunakan cara-cara lain untuk memberangus gerakan Islam, diantaranya lewat politik pecah belah dan adu domba (divide et impera) serta fitnah membabi buta lewat stigmatisasi buruk terhadap kelompok Islam.
setaraKarena itu, dibuatlah produk-produk fitnah untuk meraup dollar. Jika dulu dikampanyekan isu bahaya ideologi trans-nasional, wahabisasi global, Islam garis keras, fundamentalisme Islam, dan lain-lain, kini dibuatlah merk dagang baru sebagai proyek jualan mereka: Deradikalisasi! Selain ngasong keliling ke berbagai daerah, proyek deradikalisasi ini juga mendapat dukungan tak langsung dari hasil ‘riset bodong’ tentang peta kelompok radikal yang dirilis ke publik oleh LSM liberal, SETARA Institute.
Kelompok liberal di Indonesia bisa dibilang ’’gagal’’ dalam mengasong virus ’’Sepilis’’ ke tengah-tengah umat. Agar kantong tak cekak dari kucuran dollar, mereka mulai mengusung proyek baru ’’de-radikalisasi’’. Cita-cita mulia tentang Khilafah dan penegakkan syariat Islam disamakan dengan aksi terorisme yang mesti diberangus. Sebuah proyek Zionisme yang sudah dicanangkan sejak berabad-abad lalu.
AnsyaadMbaiUntuk meraih simpati masyarakat, proyek ’’deradikalisasi’’ dikampanyekan sebagai upaya menanggulangi bahaya terorisme dengan melibatkan unsur-unsur dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Belakangan terbukti, proyek ’’deradikalisasi’’ tak lebih dari upaya ’’de-islamisasi’’ karena menyebut berbagai aksi terorisme dengan tujuan mendirikan negara Islam, khilafah Islamiyah, dan penegakkan syariat Islam seperti pernyataan Kepala BNPT Ansyaad Mbai. Proyek deradikalisasi dan riset bodong SETARA Institute seperti badai fitnah yang diarahkan kepada kelompok Islam.
Sebelumnya, kelompok liberal juga mengampanyekan propaganda fitnah dan adu domba dengan merilis buku “Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia” Buku ini terbit atas sponsor LSM-LSM liberal yang selama ini dikenal sebagai “organisasi tadah hujan”, yaitu mereka yang bekerja by order demi kucuran dollar untuk memojokkan kelompok Islam. Mereka adalah Gerakan Bhineka Tunggal Ika, The Wahid Institute, Ma’arif Institute, dan sebuah LSM yang selama ini kerap mengampanyekan kepentingan Zionisme Internasional, Liberal for All (LibForAll).
gus-durSeperti halnya ’’riset bodong’’ SETARA Institute, buku ini juga sangat beraroma “order” kepentingan tertentu, ketimbang kajian ilmiah yang obyektif dan mendalam. Buku yang konon melibatkan 27 peneliti dan memakan waktu penelitian selama dua tahun ini mengupas tentang sepak terjang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di berbagai daerah, terutama apa yang disebut oleh buku ini sebagai infiltrasi ideologi terhadap organisasi-organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah. PKS dan HTI dicap sebagai “gerakan Islam transnasional” yang sering disebut sebagai kelompok Wahabi dan dianggap mengancam eksistensi paham ahlussunnah waljamaah dan berpotensi memecah belah bangsa.
Dalam buku tersebut, Perda Anti-Maksiat yang dianggap sebagai Perda Syariah, dianggap sebagai ‘’Kudeta Konsititusi’’ seperti pernyataan Gus Dur dalam prolognya. Sedangkan, orang yang berusaha menegakkan syariat Islam, seperti ditulis Syafi’i Ma’arif dalam prolog buku tersebut, adalah orang-orang yang ‘’miskin peta sosiologis’’ sehingga mengambil jalan pintas untuk memperoleh keadilan dengan memaksa berlakunya syariat Islam. Dengan kalimat yang sungguh menyakitkan, Syafi’i menulis, ‘’Jika secara nasional belum mungkin, maka diupayakan melalui Perda-Perda (Peraturan Daerah). Dibayangkan dengan pelaksanaan syariah ini, Tuhan akan meridhai Indonesia.”
syafii-maarifPerhatikan kalimat “Dibayangkan dengan pelaksanaan syariah ini, Tuhan akan meridhai Indonesia” yang ditulis Syafi’i dalam prolog tersebut. Kalimat itu, selain bertentangan dengan nash al-Qur’an juga melecehkan para pejuang penegakkan syariat di negeri ini. Padahal dalam al-Qur’an sangat jelas dinyatakan, barang siapa yang mencari selain Islam sebagai ad-dien (aturan/sistem hidup) maka tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala (QS. Ali Imran 3:85). Jelaslah, siapa saja yang mencari selain Islam sebagai aturan hidup maka tidak akan diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebaliknya, mereka yang berada di atas ad-dienul Islam, dan berupaya menegakkannya dalam kehidupan secara menyeluruh tentu akan mendapat ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Masih dalam prolog di buku yang sama, Syafi’i juga menyebut kelompok fundamentalis yang ada pada saat ini muncul karena ketidakberdayaan menghadapi “arus panas” modernitas sehingga “menghibur” diri dengan mencari-cari dalil agama. “Jika sekadar “menghibur”, barangkali tidak akan menimbulkan banyak masalah. Tetapi sekali mereka menyusun kekuatan politik untuk melawan modernitas melalui berbagai cara, maka benturan dengan golongan Muslim yang tidak setuju dengan cara-cara mereka tidak dapat dihindari,” tulis Syafi’i.
rand1RAND Corporation, sebuah lembaga think tank Amerika Serikat, pada tahun 2007 lalu pernah merilis laporan bagaimana cara menghadapi apa yang mereka sebut kelompok “ekstremisme Islam”. Laporan itu menyebutkan, untuk memberangun ekstremisme Islam, maka harus dirangkul kelompok-kelompok yang disebut sebagai ’’potential partner’’ untuk membantu melawan ekstremisme di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Siapa potential partner yang dimaksud RAND Corporation ? Mereka adalah kelompok sekular, Muslim liberal, dan kelompok tradisionalis moderat, termasuk kelompok pengusung sufisme.
Kelompok sekular didefinisikan sebagai mereka yang menolak campur tangan negara dalam urusan negara dan berusaha membuat undang-undang sekular sebagai konstitusi negara. Kelompok Muslim liberal didefinisikan sebagai mereka yang meyakini bahwa Islam sejalan dengan pluralisme, demokrasi, kesetaraan gender, dan lain-lain. Terakhir, kelompok tradisionalis moderat didefinisikan sebagai mereka yang berseberangan secara pemikiran dengan para pengusung ideologi trans-nasional, menentang wahabisasi global, dan mereka yang berusaha menjaga tradisi dan budaya yang sesuai dengan kearifan lokal pribumi.
divide-et-imperaMisi adu domba ala Zionisme sudah jauh-jauh hari dijalankan untuk memberangus gerakan Islam. Pada Kongres Zionisme tahun 1903, sudah dicanangkan cara-cara adu domba untuk memecah belah dan menguasai Islam dengan cara-cara. Pertama, Memperbanyak berdirinya organisasi-organisasi yang tujuannya sejalan dengan Freemasonry, tetapi dengan nama-nama yang berbeda. Kedua, Mempersempit peran agama pada batas-batas Ibadah saja, dan selanjutnya menghancurkan sama sekali. Ketiga, Menyusupkan anggota-anggota Freemasonry di kalangan tokoh-tokoh agama lain (non Yahudi) dan mendirikan organsiasi-organisasi baru sebagai alat menguasai agama-agama.
Inilah makar keji Zionis yang sampai hari ini masih berjalan. Di Indonesia, makar tersebut ditopang oleh LSM-LSM komprador yang bekerja untuk kepentingan memberangus gerakan Islam. (Sumber)

Sepak-terjang Antek Zionis di Indonesia

para-penjilat-illuminati1
Di dalam laporan Rand Corporation, “Building Moderate Muslim Networks”, dipaparkan beberapa institusi di Asia Tenggara khususnya Indonesia yang menjadi pilar utama jaringan Amerika Serikat. Institusi-institusi yang terdiri dari berbagai Ormas Islam dijadikan target garapan oleh jejaring Amerika Serikat di Indonesia, baik melalui aparat Pemerintah maupun aktivis LSM.
Sejumlah lembaga pendidikan tinggi dan lembaga sosial yang berafiliasi dengan Ormas Islam juga menjadi tempat perekrutan bagi Amerika Serikat dan agennya seperti misalnya Center for the Study of Religion and Democracy, lembaga yang aktif mengkampayekan demokrasi liberal.
JILOrganisasi lain yang dianggap cukup mapan adalah Jaringan Islam Liberal yang didirikan pada tahun 2001 oleh Ulil Absar. Salah satu misi dari institusi ini adalah mengcounter perkembangan pengaruh dan kegiatan kelompok militan dan radikal Islam di Indonesia.
Meski demikian lembaga pendidikan dianggap sebagai kunci dalam pengembangan liberalisme, yaitu melalui Pesantren dan Madrasah yang banyak tersebar di Indonesia. Menurut laporan tersebut sejumlah kurikulum untuk tujuan sekulerisasi telah dimasukkan ke dalam lembaga tersebut meski pendidikan Islam tetap menjadi fokus pendidikan mereka.
UINBerbagai Universitas Islam yang terdiri dari Universitas Negeri Islam (UIN) dengan lebih dari 100.000 mahasiswa, maupun berbagai Universitas yang berada dibawah naungan Ormas Islam juga disusupi oleh para antek Zionis dan Amerika ini. Baik IAIN dan universitas-universitas Islam swasta lainnya telah menganut ide pluralisme dan demokrasi. Universitas Gajah Mada juga telah membentuk Center for Religious Cross-Cultural Studies atas saran dari mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab.
trilateral-commissionUntuk merekrut tokoh-tokoh dan aktivis Muslim, maka jaringan Rand dan CIA di Indonesia, CSIS yang bermarkas di Tanah Abang III, melalui Yusuf Wanandi, menghubungkan para tokoh dan aktivis ini kepada salah satu Jaringan Zionis Internasional yaitu Trilateral Commission (klik disini: daftar anggota Trilateral Commission). Lembaga ini setiap tahun mengadakan pertemuan rutin di Amerika dengan mengundang beberapa tokoh dan “cendikiawan” dari Indonesia. Para tokoh dan cendikiawan katrok merasa sangat bangga sekali bila bisa diikut sertakan dalam pertemuan yang sering kali dijamu makan malam di Capitol Hill, yaitu Gedung Kongres Amerika Serikat dan terkadang di jamu di Gedung Putih, Kantor Presiden Amerika Serikat. Pada tahun 2002 dan 2005, Syafii Maarif dan Azyumardi Azra ada dalam daftar sebagai pembicara dalam pertemuan ini. Entah apa yang mereka presentasikan tentang Islam dan dunia Islam.
Media Massa
Salah satu media yang paling berpengaruh adalah jaringan radio Islam dengan tajuk Liberal Religion and Tolerance, yang dikelola oleh Kantor Berita Radio 68 H milik Goenawan Mohammad, seorang jurnalis senior yang juga pemilik majalah Tempo yang pernah mendapat penghargaan sebanyak 2 (dua) kali dari Israel. Transkrip dialog radio ini telah dipublikasikan di jaringan Jawa Pos Group dan sindikatnya yang lebih dari 70 media.
media-massa-zionisInstitusi Pembangunan Demokrasi. Salah satu organisasi yang masuk dalam kategori ini adalah Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakspedam), salah satu lembaga NU yang terlibat pada pendidikan pemilih di Jatim yang didanai oleh Asia Foundation dan Ford Foundation.Di Lakpesdam inilah orang-orang Liberal dikader dan berlindung. Badan lainnya adalah PM3, yang didirikan oleh Masdar F Masudi, LSM berbasis pesantren yang aktif melakukan diskusi di pesantren tentang peran negara dalam mengatur agama.
ford-foundationUpaya Pembangunan Jaringan Regional. Asia tenggara dianggap sebagai salah satu pusat pengembagan jaringan regional. Salah satu pelopor organisasi regional tersebut adalah International Center for Islam and Pluralism (ICIP) yang didanai oleh Ford Fondation, yang diketuai oleh Syafii Anwar. Misi dari organisasi ini adalah membangun jaringan LSM Muslim dan aktivis dan intelektual muslim yang progresif di kawasan Asia Tenggara (dan akhirnya di seluruh dunia) dan sebagai kendaraan untuk menyebarkan ide-ide pemikir-pemikir muslim moderat dan progresif yang berskala internasional. Pada konferensi di Manila September 2005, salah satu agenda organisasi ini adalah pelaksanaan diskusi di masing-masing negara untuk membuktikan bahwa demokrasi sejalan dengan Islam dan secara spesifik menunjukkan bahwa nilai-nilai Demokrasi terdapat di dalam Al Qur’an.
Saat ini telah juga berdiri Moderate Muslim Society yang dipimpin oleh Zuhairi Misrawi yang aktif melobby petinggi Negara termasuk Ketua MPR dan masuk menjadi pengurus Baitul Muslimin yang didirikan PDIP. Begitu juga keberadaaan SETARA Institute yang saat ini aktif jadi corong Rand Corp dan USAID. LSM SETARA Institute ini dimotori oleh para aktivis yang dulu aktif sebagai pendukung kemerdekaan Timor Timur melalui LSM Solidamor, yaitu Hendardi dan Bonar Tigor Naipospos.
one-worldSejatinya, apa yang dilakukan oleh aktivis LSM, seperti Hendardi, Ulil, Zuhairi tak lain dan tak bukan adalah sekedar menjalankan agenda kaum Zionis Internasional untuk menuju kepada Tatanan Dunia Baru (Novus Ordo Seclorum) dan Satu Pemerintahan Dunia (E Pluribus Unum) di bawah pimpinan kaum Zionis. Untuk mencapai tujuan ini, maka diperlukan conditioning (pengkondisian) yaitu manusia perlu disiapkan untuk menerima tata nilai yang ditentukan oleh Zionis Internasional.
Inilah makar kaum Kuffar yang bersekongkol dengan golongan munafiqin lokal, yang dalam istilah para Zionis Internasional disebut sebagai Our Local Friend. Umat Islam harus bangkit melawan makar ini dengan cerdik dan menyiapkan staregi jangka panjang. Wamaakaaru wamakarallah wallahul khoirul makiriin
(Ibnu Hamid, dari berbagai sumber - source: suara-islam.com)
Sumber: setara

Masa Depan Negara Sekuler Indonesia

Takdir sejarah telah menggariskan Indonesia menjadi negara sekuler. Founding Fathers Indonesia dengan cerdas mencoret frase “…dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” sila ke-1 Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, yang tersebut dalam Piagam Jakarta, diganti dengan frase “Ketuhanan Yang Maha Esa”, yang disepakati dalam sidang PPKI, tanggal 18 Agustus 1945. Gagallah Indonesia menjadi negara berlandaskan syariat Islam.
Kesepakatan para Pendiri Bangsa demikian realistis dengan peta sosiologis Indonesia. Sekalipun syariat Islam tersebut hanya ditujukan pada umat Islam saja, akan tetapi ketentuan demikian diskriminatif dicantumkan dalam undang-undang dasar, karena undang-undang dasar mestilah mengayomi dan diperuntukkan buat negara dan semua anak bangsa, bukan menganakemaskan umat Islam saja.
Fakta sosiologis memperlihatkan Indonesia terdiri dari banyak agama dan aliran agama. Bahkan Islam saja terdiri dari berbagai warna aliran, mulai dari Sunni, Syiah, Ahmadiyah, dll. Begitupun Katolik, Protestan, Budha dan Hindu. Dalam hubungan ini, semua warga negara harus berkedudukan setara, tak boleh dianakemaskan karena suku, agama, ras dan antar golongan.
***
Waktu terus berlalu. Perjuangan gerakan Islam syariat belum benar-benar pupus. Kali ini mereka berjuang dengan memanfaatkan Badan Konstituante, yang bertugas merumuskan UUD pengganti UUDS 1950, yang mulai bersidang tanggal 10 November 1950. Sialnya, hingga Dekrit Presiden 5 Juli 1959, kaum Islam syariat seperti Masyumi dll masih gagal mengembalikan Piagam Jakarta ke dalam naskah UUD. Sampai kemudian Sukarno mengembalikan UUD 1945 versi 18 Agustus 1945 (tanpa Piagam Jakarta) dengan Dekrit itu.
Kaum islamis atau gerakan Islam syariat tetap belum bisa menerima. Dengan berbagai cara mereka menolak dan memberikan argumen penolakan terhadap UUD 1945 (tanpa Piagam Jakarta) tersebut, antara lain dengan mengatakan bahwa UUD 1945 yang di-Dekrit-kan Sukarno adalah UUD 1945 yang ada Piagam Jakarta-nya. Sebagian bergerak di jalur damai.
Sebagian lagi merasa frustasi lalu mengobarkan pemberontakan untuk membentuk Negara Islam Indonesia (NII), yang diproklamirkan 7 Agustus 1949 oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, yang kemudian menyebar ke Aceh, Sumbar, Sumsel, Sulsel, dan Kalimantan.
Pemberontakan kalangan Islam syariat tak mendapatkan dukungan luas dari masyarakat Indonesia. Mereka terdesak oleh gempuran tentara pemerintahan Sukarno. Hingga akhirnya tamat tak bersisa pasca ditangkapnya pimpinan mereka. Apakah sel-sel perjuangan mereka habis? Tidak. Gerakan bersenjata memang habis. Tapi gerakan politik dengan memanfaatkan mekanisme demokrasi, belum padam.
****
Berpuluh tahun kemudian momen gerakan Islam syariat kembali hadir. Pasca tumbangnya rezim Soeharto (Orde Baru) berganti Orde Reformasi, bangsa Indonesia merasa perlu mengamandemen UUD 1945, yang diyakini sebagai biang masalah konstitusional kekuasaan otoriter Soeharto yang bertahan hingga 31 tahun lamanya. Di momen inilah kaum Islam syariat kembali hadir.
Sejarah mencatat PPP dan PBB, dua partai Islam waktu itu, memunculkan aspirasi pengembalian Piagam Jakarta ke dalam UUD 1945 hasil amandemen. Namun aspirasi ini gagal karena ditolak mayoritas anggota MPR/DPR RI.
Ketua Umum PBB Prof Dr Yusril Ihza Mahendra nampak belum ikhlas dengan kesepakatan mayoritas tersebut. “Kita akan terus memperjuangkan agar Piagam Jakarta-yang merupakan hasil dialog golongan nasionalis dan Islam-masuk dalam UUD 1945 baik sekarang maupun yang akan datang. Namun, kita akan memperjuangkan hal itu melalui cara-cara demokratis, sah, dan konstitusional,” kata Yusril pada perayaan Milad PBB di Stadion Utama Glora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 24 Agustus 2003 (Kompas, 25/8/2003, h. 6)
Pertanyaannya adalah, mengapa kaum Islam syariat selalu belum puas dengan keadaan ketatanegaraan Indonesia saat ini? Iya, karena negara Indonesia tidak berdasarkan syariat Islam. Indonesia adalah negara sekuler.
Memang disebutkan “Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam Pasal 29 Ayat (1) UUD 1945. Akan tetapi hal ini bukan berarti Indonesia menjadi negara agama. Tidak. Itu hanya normatif UUD 1945 di atas kertas saja. Kenyataannya, struktur hukum dan ketatanegaraan Indonesia murni sekuler.
Adanya Kementerian Agama (Kemenag) tidaklah menjadikan Indonesia lantas bisa disebut negara agama. Pasalnya, eksistensi Kemenag tersebut dilandaskan pada aturan-aturan hukum buatan manusia (baca: bukan hukum buatan Allah). Implementasi kerja Depak juga dalam rangka melaksanakan aturan-aturan buatan manusia. Suatu ciri aturan sekuler.
Singkat kata, semua aturan hukum bernegara di Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 hingga saat ini, adalah aturan hukum buatan manusia, mulai dari pusat hingga daerah: UUD 1945, UU, PP, Permen, Perda, dll. Perda-perda syariat pun, sebenarnya, bukan hukum buatan Allah, melainkan hukum buatan manusia.
***
Atas tiga kegagalan perjuangan kalangan Islam syariat di atas—18 Agustus 1945, 5 Juli 1959, dan momen empat kali amandemen UUD 1945 (1999, 2000, 2001, dan 2002)—memaksa mereka mengubah metode perjuangan. Jika sebelumnya fokus mengubah Indonesia jadi negara syariat “dari atas” (UUD), sekarang lebih difokuskan “dari bawah” (di daerah-daerah) dengan menunggangi semangat otonomi daerah.
Maka, dibuatlah aneka peraturan daerah (Perda) syariat di mana-mana, mulai dari Jabar, Sumbar, Sulsel, hingga Aceh. Harapannya, syariatisasi negara akan berhasil mulai dari bawah, mengepung, hingga total se-Indonesia Raya. Di beberapa daerah muncul Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI).
***
Kalangan pergerakan Islam syariat nampak sangat bernafsu mengubah Indonesia menjadi negara Islam atau setidaknya berlandaskan syariat Islam. Mereka mendompleng demokrasi. Ada yang sepenuhnya mendompleng demokrasi seperti dilakukan PKS, PPP, dan PBB. Ada juga yang berjuang di luar sistem demokrasi (kepartaian), tapi mendompleng kebebasan berekspresi yang dijamin demokrasi, sebut saja Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun mereka bertemu pada satu hal: Islam syariat.
Mereka nampak sangat berharap akan “mengubah Indonesia” melalui prosedur demokrasi lima tahunan (pemilu). Namun takdir sejarah kelihatannya belum memihak mereka. Berbagai skandal hukum para tokoh puncak partai berbasis perjuangan syariat Islam membuka mata publik. Bahwa dalam ranah politik yang serba pragmatis, kalangan Islam syariat bahkan sama sekulernya dengan kalangan nasionalis.
Namun secara analisa SWOT kalangan gerakan Islam syariat tetap memiliki peluang yang baik menyariatkan Indonesia. Hal ini terutama dari fakta bahwa mayoritas warga Indonesia beragama Islam. Ancamannya juga tak kalah serius seperti telah terbukti dalam garis sejarah.
Apakah gerakan Islam syariat akan berhasil mengubah negara sekuler Indonesia menjadi Negara Islam, khilafah, atau NKRI berlandaskan syariat Islam adalah sangat tergantung pada dialektika politik di Indonesia sendiri. Sebab Indonesia negara demokrasi sehingga semua orang boleh menyuarakan aspirasi politiknya dan rakyatlah (dalam sistem politik) penentu akhirnya.
(Sutomo Paguci), kompasiana

Media “Kaki Tangan” Penguasa

Tidak bisa kita elakan lagi, bahwa saat ini para pemilik modal berbondong-bondong membeli media untuk memuluskan kepentingannya. seakan mereka berlomba-lomba untuk melebarkan “sayap-sayap”nya dalam merengkuh kekuasaan di negara ini. Sehingga para pemilik modal dengan leluasa mempermainkan negara dan rakyat Indonesia layaknya “boneka”.
Hampir semua media dikendalikan oleh para pemilik modal baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti Surya Paloh dengan MetroTV-nya. Aburizal Bakrie dengan ANTV dan TV One-nya. Hary Tanoesoedijo dengan RCTI, Global TV dan MNC TV. Dan masing-masing dari mereka pasti mempunyai kepentingan untuk menguasai kekuasaan di negara ini.
Pada saat semua sudah mengedepankan kepentinganya masing-masing, lalu kepada siapa rakyat akan mendapatkan berita yang aktual dan berimbang. Bukan atas dasar kepentingan namun atas dasar keadilan dan kepercayaan.
Semua Bisa Diatur
Tentu toh kita masih ingat dengan kejadian lumpur lapindo yang memakan korban 13 desa di tiga kecamatan di kabupaten Sidoarjo, kasus bank Century, Kasus Gayus Tambunan, dan yang teranyar adalah kasus Nazarudin mantan bendahara partai demokrat. Hampir semua kasus-kasus ini ditutup-tutupi oleh kepentingan para pemilik modal yang tidak lain mereka adalah para petinggi di partai politik.
Di kasus lumpur Lapindo, TV One terkesan mempolitisir kejadian tersebut dengan tidak menayangkan kejadian secara keseluruhan. Terbukti pada saat peringatan “lumpur lapindo” yang ke 5, TV One mengemas bencana tersebut seakan-akan menjadi berkah bagi warga yang menjadi korban.
Salah satunya adalah profil seorang ibu yang berhasil berdagang menjual makanan dan minuman. Ibu ini setiap hari berjualan di kawasan musibah ini. Berkeliling dengan mengendarai sepeda motor menyusuri tanggul pembendung luapan lumpur dan tak lupa membawa serta anak perempuannya yang masih kecil duduk di depan. Sementara di boncengan belakang penuh dengan barang dagangannya. Ketika diwawancarai, ibu ini berkali-kali bersyukur berkat keberhasilannya berdagang. Dia juga menyatakan bahwa ini berkat “ganti untung” (bukan ganti rugi) yang diberikan oleh PT. Lapindo Berantas.
Kemudian kasus Gayus tambunan yang tak tentu rimbanya, padahal Gayus Tambuna adalah kunci utama bagi terbongkarnya kasus penggelapan pajak yang dilakukan oleh perusahaan Bakrie yang bergerak dibidang batu bara. TV One seakan menutup rapat mengenai pemberitaan tersebut, bahkan terkesan melupakannya.
Aburizal Bakrie melalui media miliknya, bisa menyulap Bencana menjadi anugerah. Ini membuktikan bahawa begitu hebatnya para pemilik modal memainkan perannya seperti sutradara yang mengatur Negeri ini. Semua bisa diatur karena mereka memiliki media sebagai alat untuk kepentingannya.
“Lain Lubuk Lain Belalang”, Lain Aburizal Bakrie Lain Juga Surya Paloh dan Hary Tanoesoedijo
Kita lihat pemberitaan di Metro TV pasti selalu kontra dengan kebijakan pemerintahan dan terkesan membela rakyat kecil. Sehingga rakyat lebih melek terhadap kondisi para pemimpin bangsa Indonesia yang ‘bobrok’ secara moralitasnya.
Namun saya teringat kepada pepatah lama yang mengatakan “ada udang dibalik batu”. Kalau kita lihat pemberitaan-pemberitaan tersebut tak lain dan tak bukan adalah demi misi Surya Paloh menjadi orang “NO.1” di Negara Republik Indonesia. Gerakan perubahan yang diusungnya kian usang ketika pemberitaan sudah dipolitisir. Tak ada kata keikhlasan dalam memperbaiki masyarakat Indonesia.
Tidak bisa kita pungkiri media adalah “SILENT REVOLUTION” . Dia senyap tetapi tanpa terasa pengaruhnya demikian besar dalam mempengaruhi pemirsa. Tanpa terasa pemirsa kemudian terperangkap alam bawah sadarnya setelah menyaksikan sebuah tayangan yang diulang-ulang. Revolusi senyap yang diciptakannya menurut beberapa pakar politik dikatakan mampu mengalahkan jejaring partai dalam memengaruhi konstituen.
Hampir seluruh masyarakat Indonesia adalah pecandu tayangan Televisi, karena mereka butuh hiburan ditengah kepenatan dalam menghadapi hidup yang susah ini. Namun sayangnya mereka justru mejadi korban kepentingan para pemilik modal.
Hary Tanoe dengan dukungan media yang tidak main-main yaitu MNC Group, menyatakan dirinya untuk menjadi politikus dari salah satu partai baru yang mengatasnamakan gerakan perubahan bersama Surya Paloh. Mereka pasti akan sangat apik mengemas pencitraan yang sebaik-baiknya, untuk mengkelabuhi rakyat indonesia.
Demokrasi Transaksional
Indonesia pada saat ini menganut sistem Demokrasi Transaksional, karena siapapun yang memiliki modal pasti bisa menjadi penguasa baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ketika para pemilik modal sudah berkuasa, maka yang namanya demokrasi dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat adalah NOL BESAR. Media harusnya memberikan pemberitaan sesuai dengan hati nurani, aktual, terpercaya dan ikhlas tanpa ada unsur kepentingan apapun.
Apabila media di Indonesia yang seharusnya menjadi penyambung lidah rakyat kapada pemimpin negeri ini, sudah dipolitisir oleh para pemilik modal. Bagaimakah nasib bangsa indonesia?
sumber ; kompasiana

Skenario Yahudi: Indonesia jadi bagai Negara boneka dan akan dicabik-cabik

Skenario Yahudi: Indonesia jadi bagai Negara boneka dan akan dicabik-cabik
  • Hubungan dagang hanya digunakan sebagai kedok kaum Zionis Israel untuk melakukan operasi intelijen, dan Indonesia akan dipecah-belah (Balkanisasi) sehingga terjadilah disintegrasi bangsa.
  • Banyak operasi intelijen Israel turun ke Indonesia dalam kemasan perdagangan.
  • Bagi Israel ada yang lebih penting lagi, berdagang dan berhubungan dengan Indonesia sama dengan memberi pesan kepada dunia bahwa negeri yang penduduknya mayoritas muslim berhasil ditaklukkannya.
  • Dalam praktek, bukan hanya keuntungan material yang didapat, Israel juga memperoleh manfaat bahwa sistem nilainya tegak dan dilaksanakan di Indonesia. Lihatlah bagaimana membahananya sistem nilai materialisme dan individualisme serta tidak konsistennya umat Islam atas ajaran Al Qur’an dan Al Hadist. Perhatikan pula, betapa renyahnya hasil politik adu domba dan pecah belah dalam lingkup sekularisme, individualisme, pluralisme, dan liberalisme.
  • Indonesia juga harus ditaklukkannya melalui bisnis minyak, keuangan, militer dan media massa.
  • Yahudi tidak memiliki hubungan diplomatik, tapi secara substansi, nilai-nilai yang digagas Yahudi melembaga di Indonesia. Perhatikan berbagai UU yang menerapkan prinsip hak asasi manusia secara absolut dan mekanisme perdagangan bebas serta kebebasan berinventasi. Semua itu menunjukkan keberhasilan Yahudi.
  • Indonesia akan di-Semenanjung Balkan-kan (disintegrasi) atau diskenariokan seperti negara boneka. Merdeka secara politik, tapi terjajah secara ekonomi dan sosial. Inilah yang disebut sebagai beramanat tapi berkhianat.
Inilah sorotannya.
***
Yahudi Siap Balkanisasi Indonesia
Dr. Ichsanuddin Noorsy
(Pengamat Ekonomi)
Perselisihan antara Grup Bakrie yang dipimpin Aburizal Bakrie sebagai pemilik mayoritas saham perusahaan tambang batubara PT Bumi Resources melawan pengusaha Yahudi asal Inggris, Nathaniel Rothschild, sebagai pemilik mayoritas saham perusahaan Bumi Plc, menunjukkan sesungguhnya hubungan dagang antara Indonesia dengan kaum Yahudi sudah sedemikian mengkhawatirkannya. Bahkan hubungan dagang tersebut bisa dimanfaatkan kaum Yahudi terutama Zionis Israel untuk melakukan operasi intelijen di Indonesia sebagai negara dengan mayoritas umat Islam terbesar di dunia.
Hubungah bisnis antara Aburizal Bakrie dengan Nathaniel retak setelah pengusaha Yahudi yang memiliki saham 29,18 persen di PT Bumi Resources yang sahamnya didominasi Bakrie Brothers, mencurigai PT Bumi Resources telah melakukan manipulasi aset dan keuangan sehingga merugikan dirinya. Sebagai balasannya, Grup Bakrie yang juga memiliki saham 23,80 persen di Bumi Plc yang didominasi Nathaniel, bertekad akan menarik seluruh sahamnya dari Bumi Plc Karena tidak terima, maka pengusaha Yahudi itu melaporkannya ke Pengadilan Inggris dan sekarang kasusnya sedang disidangkan disana.
Berikut ini wawancara Suara Islam dengan pengamat ekonomi, Dr Ichsanuddin Noorsy, seputar hubungan dagang antara Indonesia dengan kaum Yahudi khususnya Zionis Israel dan bagaimana dampaknya bagi masa depan negara kepulauan terbesar di dunia yang letaknya sangat strategis tersebut, apakah nantinya bisa membahayakan eksistensi NKRI. Sebab hubungan dagang hanya digunakan sebagai kedok kaum Zionis Israel untuk melakukan operasi intelijen dan Indonesia akan dipecah-belah (Balkanisasi) sehingga terjadilah disintegrasi bangsa.
Meski tidak memiliki hubungan diplomatik secara resmi, tetapi tampaknya hubungan dagang Indonesia-Israel berjalan lancar. Bagaimana komentar Anda ?
Dalam kebijakan ekonomi Indonesia yang mengikatkan diri dengan ekonomi global, yang dalam bahasa Mafia Berkeley adalah terintegrasinya perekonomian Indonesia dengan ekonomi internasional, maka transaksi ekonomi terselubung merupakan bagian utuh dari pelaksanaan prinsip ekonomi terbuka. Banyak operasi intelijen Israel turun ke Indonesia dalam kemasan perdagangan. Bahkan dengan keterbukaan informasi dan penerapan prinsip Good Corporate Governance, perdagangan Indonesia-Israel sukar dihindari. Beberapa pejabat politik dan pebisnis Indonesia bahkan terbiasa berdialog dengan Dubes Israel untuk Singapura di Singapura. Situasi seperti ini menunjukkan, politisi, birokrat dan pebisnis Indonesia memahami soal hubungan diplomatik tapi lain lagi dalam kebijakannya.
Mengapa Israel memandang penting hubungannya dengan Indonesia ?
Sejak dijajah hingga hari ini, Indonesia dilihat dalam tiga hal. Yakni sumberdaya alam melimpah yang pantas dieksploitasi, pasar yang menjanjikan dan upah buruh murah. Bagi Israel ada yang lebih penting lagi, berdagang dan berhubungan dengan Indonesia sama dengan memberi pesan kepada dunia bahwa negeri yang penduduknya mayoritas muslim berhasil ditaklukkannya, sebagaimana pernyataan Jimmy Carter setelah Pemilu 2004 saat demokrasi liberal menang di negeri yang penduduknya beragama Islam.
Berhubungan dagang dan politik dengan Indonesia melalui mental terjajah pada kebanyakan akademisi, politisi, birokrat, aparat serta LSM sangatlah menjanjikan keuntungan menggiurkan. Dalam praktek, bukan hanya keuntungan material yang didapat, Israel juga memperoleh manfaat bahwa sistem nilainya tegak dan dilaksanakan di Indonesia. Lihatlah bagaimana membahananya sistem nilai materialisme dan individualisme serta tidak konsistennya umat Islam atas ajaran Al Qur’an dan Al Hadist. Perhatikan pula, betapa renyahnya hasil politik adu domba dan pecah belah dalam lingkup sekularisme, individualisme, pluralisme, dan liberalisme. Yang menyedihkan, kegagalan sistem politik, sistem ekonomi, dan sistem sosial serta sistem hukum dinikmati oleh masyarakat luas atas nama kebutuhan, kemudahan, dan kecepatan seperti dominannya penggunaan jalan raya dengan sistem dan kehendak pribadi.
PM Israel Yitzhak Rabin pernah berkunjung ke Indonesia dan bertemu Presiden Soeharto di rumahnya Jalan Cendana, Jakarta (15/10/1993). Apalah itu menjadi awal dimulainya hubungan Indonesia-Israel ?
Yahudi masuk ke Indonesia di penghujung abad 19 melalui eksplorasi dan bisnis minyak yang bekerja sama dengan Pemerintah Hindia Belanda. Di era Indonesia mempertahankan kemerdekaan, Yahudi menyelusup melalui berbagai kebijakan dan perjanjian internasional. Karena Yahudi memegang kunci bisnis di dunia, maka Indonesia juga harus ditaklukkannya melalui bisnis minyak, keuangan, militer dan media massa. Empat hal ini digunakan secara sinergi, alternatif atau kumulatif, tergantung pada situasi, kondisi dan strategi yang hendak dicapai. Di era Orde Baru, Yahudi masuk melalui bisnis pertambangan emas dengan menentukan bahwa investasinya terjamin, Indonesia tunduk pada kehendak investor (dengan istilah iklim investasi yang kondusif), dan keuntungan bisa dibawa berapa saja dan kapan saja serta cukup dengan royalti sekadarnya 1,5 persen.
Sejak Indonesia menerima pinjaman luar negeri, sejak saat itulah cengkeraman Yahudi menguat. Maka saat Indonesia bersedia membangun kerjasama militer, keuangan, dan pendidikan, Indonesia sudah masuk dalam perangkap alam pikir Yahudi. Di era reformasi, hal itu dilakukan melalui Letter of  Intent yang dipaksakan IMF. Untuk selanjutnya hingga hari ini, Yahudi tidak memiliki hubungan diplomatik, tapi secara substansi, nilai-nilai yang digagas Yahudi melembaga di Indonesia. Perhatikan berbagai UU yang menerapkan prinsip hak asasi manusia secara absolut dan mekanisme perdagangan bebas serta kebebasan berinventasi. Semua itu menunjukkan keberhasilan Yahudi.
Apakah hubungan militer Indonesia-Israel sudah terjalin lama ?
Sejak LB Moerdani menjadi petinggi militer Indonesia, hubungan kemiliteran Indionesia-Israel terjalin dengan baik. Tetapi saat Indonesia mengirim tentara terbaiknya untuk belajar di West Point, maka sejak itu hubungan militer Indonesia-Israel terjalin. Mereka bisa datang ke Indonesia atas nama ahli (experties)perminyakan, keuangan, konsultan, bahkan sebagai akademisi. Padahal di balik kehadiran itu, mereka mempunyai misi tersendiri, termasuk misi militer.
Mengapa KADIN begitu bersemangat untuk menjalin hubungan dagang dengan Israel ?
KADIN menyadari bahwa penentu WTO, OECD, Bank Dunia, IMF, BIS, APEC, Bilderberger, Trilateral Commission, Council for Foreign Relationship adalah Yahudi. Selain itu, kebanyakan petinggi KADIN sudah menerapkan prinsip bisnis Yahudi: serakah. Jadi persoalannya hanya pada persoalan kulit warna dan kebangsaan saja.
Pengusaha pribumi nasional Nirwan D Bakrie juga berhubungan bisnis dengan pengusaha Yahudi Inggris, Rothschild. Mengapa hubungan keduanya sekarang menjadi retak ?
Hubungan mereka retak karena Bumi Plc — yang sahamnya didominasi oleh Nathaniel Rothschild dan mempunyai saham 29 persen di Bumi Resources yang sahamnya didominasi Bakrie Brothers— mencurigai Bumi Resources telah melakukan manipulasi aset dan keuangan. Padahal Laporan Keuangan Bumi Resources telah diaudit. Menurut Nath, panggilan akrab Yahudi yang dekat dengan lingkungan kerajaan Inggris ini, berdasarkan whistleblower, Bumi Res telah melakukan manipulasi sehingga merugikan. Di sisi lain Bumi Res memang mengalami kerugian operasi. Karena tudingan ini, Ari Hudaya yang duduk dijajaran eksekutif Bumi Plc mengundurkan diri. Ari tentu saja tersinggung dengan tudingan itu karena Ari Hudaya menjabat Presiden Direktur Bumi Resources. Semua sister company Bumi Res menolak tudingan Bumi Plc bahkan melakukan perlawanan. Otoritas Bursa kemudian menulis surat dengan mengajukan lima pertanyaan. Bagi saya, keretakan itu bersumber karena keserakahan masing-masing pihak.
Apakah ini berarti pertarungan antara pengusaha pribumi vs pengusaha Yahudi ?
Ini pertarungan kaum neoliberal, antara neoliberal nasional dan neoliberal internasional. Di balik pertarungan ini terdapat niat Nath menguasai Bumi Res. Jika Bumi Res dikuasai Bumi Plc., maka semua konsesi pertambangan batu bara dan saham-saham di pertambangan emas akan dikuasai Bumi Plc. Ini yang disebuthostile take over, yakni dengan berperang atas tuntutan penjualan saham pada harga tertentu dan pergantian direksi sehingga tujuan pengambil alih perusahaan tercapai. Model ini sama seperti AS menuding Irak (Saddam Hussein) mempunyai senjata pemusnah massal berdasarkan laporan intelijennya. Faktanya tudingan tidak terbukti tetapi Saddam dijatuhi hukuman mati dan sumberdaya minyak Irak beralih ke perusahaan minyak AS. Joseph E Stiglitz menyebutnya sebagai perang USD 3 Triliun namun yang menikmati perusahaan-perusahaan yang dekat dengan penguasa.
Bagaimana dampaknya terhadap Aburizal Bakrie (Ical) jika sampai kalah dalam sengketa melawan Rothschild di Pengadilan Inggris ?
Dampaknya semua konsesi yang dimiliki oleh sister company Bumi Res akan menjadi milik Nath. Bahkan bersamaan dengan tudingan manipulasi aset dan keuangan itu, reputasi dan kredibilitas Ical sudah digerogoti. Artinya, peluang Ical maju Capres pada Pemilu 2014 sudah diganggu oleh isu manipulasi itu. Ini yang disebut dengan The Shock Doctrine oleh Naomi Klein, atau Silent Take Over oleh Noreena Hertz, atau Hiden Agenda-nya Joseph E Stiglitz. Jika Bumi Res kalah melawan Bumi Plc., maka seluruh pertambangan Indonesia beralih ke tangan asing.
Ical sebagai pemilik perusahaan batubara Bumi Plc dan Bumi Resource, apakah kedua perusahaan itu bisa dikuasai Rothschild ?
Bumi Plc kini tetap dikuasai Nathaniel Rotschild. Jika paksaan Nath pada Bumi Res agar Bakrie Brothers menjual kepemilikan sahamnya di Bumi Res kepada Bumi Plc., maka Nath akan menguasai Kaltim Prima Coal (KPC), Arutmin, Berau, dan beberapa konsesi pertambangan batu bara lain. Padahal Bumi Res adalah salah satu pemegang konsesi batu baru terbesar di Indonesia. Dengan demikian dapat dipastikan Nath akan menjadi penguasa batu bara di Indonesia kalau Nirwan dan kawan-kawan kalah menghadapi modus operandi “senjata pemusnah massal Irak”.
Ditengarai Ical memiliki banyak hutang. Bagaimana jika gagal merestrukturisasi hutang-hutangnya, apakah bisa bangkrut ?
Nathaniel Rotschild memang pernah bertanya tentang penempatan dana Bumi Res di sejumlah pihak yang terafiliasi, yakni Recapital, Bukit Mutiara, dan Chateau, senilai kurang lebih US$ 867 juta. Nath menghendaki penempatan dana investasi itu dicairkan untuk mengurangi beban utang Bumi Res. Menurut media di Jakarta, utang rupiah 10 perusahaan grup Bakrie hingga kuartal I-2012 mencapai Rp 21,4 triliun dengan utang jatuh tempo pada tahun ini sebesar Rp 7,1 triliun. Sementara utang dalam dollar AS mencapai US$5,7 miliar dan jatuh tempo tahun ini sebesar US$ 275 juta. Menurut laporan keuangan kuartal I-2012, ada tiga perusahaan Bakrie dengan utang terbesar, yakni Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) dengan total utang Rp 8,6 triliun dan total jatuh tempo 2012 Rp 2,3 triliun. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat berutang US$ 3,69 miliar dengan total jatuh tempo pada 2012 US$ 62 juta. PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) berutang US$ 295 juta dengan total jatuh tempo US$ 12 juta.
Pertanyaannya, bagaimana Bakrie bisa membuat utang seperti itu ? Tentu saja para kreditor melihat aset Bakrie, dalam hal ini konsesi batu bara dan saham pada perusahaan pertambangan emas Freeport dan Newmount Nusa Tenggara. Dalam bahasa yang lain, utang jangka panjang Bakrie bisa diselesaikan dengan penjualan aset. Lalu bagaimana dengan penyelesaian utang jangka pendek di tengah harga batu bara sedang merosot dan musim hujan segera tiba sehingga mengganggu produksi ? Direksi Bumi Res menjawab, “kami akan meningkatkan produksi dan memenuhi komitmen kontrak.”
Jika Ical sampai bangkrut, bagaimana dampaknya dengan pencalonannya sebagai Capres 2014 dari Partai Golkar ?
Entah dengan maksud menggerus reputasi dan kredibilitas Ical atau tidak, keputusan Bumi Plc., untuk melakukan investigasi atas manipulasi aset dan keuangan memberi dampak negatif terhadap Ical. Memang kelompok usaha Bakrie sendiri mempunyai kelemahan, antara lain: (1) gagal membangun kebanggaan korporasi pada jajaran staf dan karyawannya sebagai bukti korporasi gagal membangun corporate dignity, (2) korporasi bergerak dengan basis matematis akuntansi sehingga memberi pesan dan kesan sebagai mesin pencipta keuntungan dan akumulasi modal bagi pertumbuhan usaha kelompok Bakrie, (3) pertumbuhan usaha hingga mencapai skala ekonomi yang besar tidak diikuti dengan perbaikan sistem yang berkelanjutan, (4) Gaji yang marjinal di kalangan karyawan menengah bawah tidak sejalan dengan meroketnya aset perusahaan dan debt equity ratio, (5) Ical sendiri memberi kesan angkuh, terutama saat ia menjadi Menko Perekonomian yang menyatakan, “jangan membeli gas jika tidak mampu.” (6) akumulasi kelemahan-kelemahan itu berwujud menjadi kegagalan perusahaan membangun keyakinan bahwa kelompok usaha Bakrie adalah aset ekonomi nasional, (7) dalam posisi Ical sebagai Ketua Umum Partai Golkar, acapkali terkesan kurang mampu mendengar dan malah mempertegas konflik peranan dan sayangnya konflik peranan ini gagal diselesaikan oleh unit usaha Bakrie yang lain, walaupun sebenarnya hal itu mampu dilaksanakan.
Pengusaha Yahudi AS, George Soros berhasil mengguncang ekonomi Asia sehingga Indonesia terkena dampak badai krisis ekonomi (1998). Menurut prediksi anda, apakah itu akan diulanginya lagi tahun 2013 ?
Krisis di Indonesia, seperti analisis saya sejak SBY berkuasa, bermula karena penerapan kebijakan neoliberal yang makin mendalam. Sementara penelitian yang dilakukan di empat negara membuktikan, kebijakan neoliberal akan berdampak pada konflik sosial dan melahirkan ketimpangan sturktural yang mendalam. Dalam situasi seperti itu, situasi 2013 akan berbeda dengan kondisi 1997/1998. Menurut penilaian Bank Dunia dan IMF, Indonesia dipandang sukses menjalankan liberalisasi sektor keuangan dengan hasil memuaskan. Jika Indonesia kembali dipukul, maka hal itu tidak menguntungkan pemodal internasional disebabkan AS, Uni Eropa dan sejumlah negara industri belum pulih ekonominya, bahkan melambat.
Jika 2013 terjadi ketegangan sosial, hal itu disebabkan ketimpangan yang makin lebar dan mendalam, sebagaimana Joseph E Stiglitz melukiskan kedalaman dan lebarnya ketimpangan ekonomi di AS. Inilah yang saya sebut bahwa menerapkan dan konsisten dengan prinsip-prinsip neoliberal sama dengan menyulut sumbu keresahan sosial ekonomi dan politik. Persoalannya kapan keresahan itu akan meledak, tergantung pada kepekaan sosial ekonomi dan politik para petinggi negeri ini.
Bank Dunia menyadari hal ini sehingga memberi pinjaman kepada Indonesia untuk Program Keluarga Harapan dan berbagai program lain untuk mengurangi kemiskinan. Bayangkan hasilnya dengan merujuk anjuran dan desakan Bank Dunia sendiri. Yakni Indonesia akan makin dalam terperangkap ke jurang neoliberal, terpenjara pada kemiskinan martabat, dan selalu mengidap penyakit kekerasan simbolik (symbolic torture) seperti dibuktikan pada gagalnya sistem pendidikan nasional. Indonesia akan kembali “dipukul” oleh Yahudi dan kawan-kawannya jika petinggi Indonesia mulai menunjukkan harkat martabatnya. Dan merujuk pada sejumlah perjanjian internasional dan bilateral yang dibuat di era SBY, maka pada 2014 nanti yang akan menang kembali kelompok neoliberal.
Bagaimana bahayanya jika pengusaha Yahudi dengan dukungan politik dari Israel dan AS, sampai berhasil menguasai politik dan ekonomi Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia ?
Indonesia akan di-Semenanjung Balkan-kan (disintegrasi) atau diskenariokan seperti negara boneka. Merdeka secara politik, tapi terjajah secara ekonomi dan sosial. Inilah yang saya sebut sebagai beramanat tapi berhianat, berpangkat tapi tidak terhormat, menjabat tapi tidak bermartabat.
(Abdul Halim) Shodiq Ramadhan | Minggu, 21 Oktober 2012 | 15:42:05 WIB – SI online
(nahimunkar.com)

Mengerikan, Indonesia Dikuasai Kelompok Pemuja Setan (Lucifer/Dajjal) (Foto2)

Jika Anda pernah membaca Tulisan Saya “Pesan-Pesan Setan Dalam Lagu Lady Gaga” dan “Miley Cyrus (Hannah Montana) Puteri Setan Dari Freemason (Pemuja Kebebasan)” atau “Prometheus, Tema Besar Freemason (Dajjal) Tahun 2012” Maka setidaknya Anda memahami bahwa gerakan terselubung para Pemuja Setan (Lucifer/Dajjal) sudah begitu menyebar di dunia dan membuat icon-icon kebebasan seperti Lady Gaga, Irshad Manji, Miley Cyrus dan masih banyak lagi, termasuk yang melakukan penembakan di Peluncuran Film BATMAN di Amerika beberapa waktu lalu, jika Anda telusuri rata-rata pelakunya adalah masuk kedalam Kelompok Pemuja Setan (berbuat tanpa mereka sadari dalam kendali hipnotis). Bahkan, sangat tidak disadari banyak orang cara mereka menarik simpati dengan kedok Humanisme, Pluralisme dan Liberalisme.
Pemuja Setan ini menebarkan Simbol-simbol “Persaudaraan” untuk mendapatkan dukungan atas keinginannya, Artis misalnya mengejar Populeritas dengan memamerkan perilaku seks bebasnya atas dasar “perjanjian” dengan Persekutuan Iblis yang menantikan kedatangan Dajjal, demikian juga banyak Presiden, Gubernur dan Bupati akan menggunakan symbol-simbol Illuminati sebagai sebuah “Kode” persekutuan dan permohonan dukungan kepada gerakan Pemuja setan ini. Jadi, janganlah heran jika Anda melihat misalnya SBY membuat gerakan-gerakan rahasia seperti yang dilakukan Obama, Bush, Bill Clinton dan sebagainya dan pada akhirnya memang SBY menjadi apa yang diinginkannya, Presiden.
Demikian juga pemilihan Gubernur DKI Jakarta, masing-masing bertarung dan ada beberapa kandidat menggunakan kode-kode “Persekutuan” untuk dibaca oleh kelompok ini di  seluruh dunia  sebagai tanda  permemohon dukungan dari gerakan rahasia dalam kasta tertinggi Zionis International Freemason dan Illuminati.
Simbol Baphomet (Tangan Metal) menunjukkan Setan sebagai kepala kambing, begitu populer disemua kalangan yang kebanyakan tidak tahu bahwa sesungguhnya ini adalah ucapan pengakuan kepada setan (Lucifer)bukan sebuah symbol belaka. Sebuah pengakuan persekutuan dengan Iblis dan akan mendukung perjuangan Dajjal di dunia untuk membebaskan manusia dari hukum Allah Swt.
Penandatanganan Okultisme merupakan salah satu Aspek dari Konspirasi Colossal dan Mengerikan. Perilaku pembohongan publik oleh penguasa dan pengusaha dari jaringan ini sebagai ciri-crinya, menggunakan kekuatan Sihir untuk menghipnotissemua pendukungnya sambil membangun “Pesona” sebagai pencitraan. Kemudian Anda benar-benar milikku, Aku harus mengikat Anda” The Devil, Faust LIVE Goethe (1749-1832)
Ini adalah ucapan terkenal salah satu setan yang lainnya. Biasanya, Illuministi (Pemuja Setan) jauh lebih halus dan tidak melakukan itu secara terbuka “ Svalioleh Noor AHaqiqah
Kelompok Liberal Sekular menyatakan “Apa Sich Pengaruhnya Simbol?”, Pertanyaan ini sekedar untuk menutupi gerakan mereka. Sesungguhnya simbol memiliki POWER pada alam bawah sadar dan karena itulah mengapa mereka (Simbol) digunakan, Simbol digunakan untuk menghasilkan pengikut atau mendukung suatu bentuk pemikiran kolektif. Mereka ada dimana-mana, Cerdik dalam menyamar. Ada di Program TV, tertanam di majalah, dan bersembunyi di iklan-iklan media (Contoh Smart Fren)Kadang-kadang mereka  lebih halus lagi mengikat alam bawah sadar, tapi tak jarang juga terang-terangan seperti saat ini.
1343355622209160607
Inilah Simbol Piramida & Horus Eye (Mata Satu) atau disebut juga All Seeing (Kami Melihat Semua), Dajjal Bermata Satu sebagai Lucifer (Iblis) yang mereka nantikan diakhir Zaman (Kliping Korang Jawapost Group)
Simbol Aneh, tanda, mantra, jimat, dan jabat tangan aneh adalah program untukmengendalikan pikiran kita (mind Control). Kebanyakan Anak muda saat ini tahu persis apa El Cornuto (Simbol Gaya Tangan Metallica), Gerakan tangan dan menggunakannya dalam gaya hidup mereka karena mereka sedang ditarik ke dalamSatanisme dengan cara yang sangat menggoda melalui contoh yang ditetapkan olehbintang rock, rocker di dunia.
Henry Makow, Seorang penemu dan Penulis mengatakan bahwa mereka adalah komponen kunci dari konspirasi setan yang sekarang kita hadapi dengan kekuatan maksimum dan jahat.
Ini konspirasi setan(Lucifer/dajjal),” Makow memperingatkan, “Mereka Berhasil hanya karena orang tidak percaya hal ini, padahal ini  sesuatu yang begitu kolosal dan sungguh mengerikan dan Demi Tuhan,  itu benar-benar ada.” Orang-orang ini tanpa malu-malu mengakui bahwa mereka menggunakan kelemahan kita.
Dunia adalah kontes bagi jiwa kita. Orang-orang yang mendorong pada dunia malam, Narkoba,  Kekerasan, Gank dan seks bebas merupakan ciri-cirinyaMereka memiliki simbol-simbol Masonik di logo mereka. Para pemain top mengikuti script okultisme dirancang untuk memperbudak tubuh dan jiwa kita. Mereka bergerak secara halus menyebarkan faham liberalisme, sekularisme, pluralisme dan humanisme sebagai kedok belaka. 

SIMBOL ILLUMINATI (Pemujaan Terhadap Setan/Dajjal Paling Populer)
Mereka sedang membangun penjara raksasa berdasarkan neraka mental mereka sendiri. Ini adalah Tatanan Dunia Baru feodalistik yang ingin mereka ciptakan, dan kita nanti akan menjadi narapidana. Hal ini, pada kenyataannya, “Setan Indoktrinasi,” Makow memberikan tekanan, dan kita semua terkunci ke dalam kelas penjara karena hal ini racun mental dari neraka disalurkan ke kita 24 jam sehari, tujuh hari seminggu tanpa kita sadari.
Agama-agama Misteri terselubung diluar agama yang jelas memiliki Nabi bermunculan, mereka  memiliki tanda tangan (Okultisme) begitu banyak hampir tidak mungkin untuk mengenali mereka satu persatu semua kecuali Anda adalah seorang tukang batu sendiri. Jika Anda sudah bergabung dengan mereka, (dajjal),  Anda harus berjanji dengan sumpah untuk menjaga rahasia , Jika Anda menyatakan maka kematian yang sangat tidak menyenangkan akan menjadi milik Anda (bahkan proses kematian yang sangat tak terduga).
Menonton para pemimpin dunia International dan Nasional bahkan lokal dapat Anda perthatikan ketika mereka berbicara, berbicara bersama-sama. Posisi tangan sering menceritakan kisah yang sama sekali berbeda dari dunia fana yang kita ketahui.Smbol A” menyembunyikan rahasia.

Dalam bagian ini Saya akan memperlihatkan Simbol yang  umum dimasyrakat kita disbut dengan El Cornuto (Simbol Jari Metal) atau disebut juga Diabolicus tersebut.Ini adalah tanda tangan iblis bertanduk kabalistic dan dapat Anda ditelusuri pada Babel. Pada dinding besar Babel, berdekatan dengan Gerbang Ishtar ada gambar mosaik banteng bertanduk, mewakili dewa matahari. Tanduk adalah simbol dari kekuatan dewa Babilonia atas hati manusia dalam kepercayaan Romawi.
Kemudian, di Imperial Roma, pasukan militer Caesar dan jutaan rakyat biasa menyembah dewa matahari, Mithras. Mithraic inisiat telah dibaptis dengan darah banteng bertanduk, disembelih dan dikorbankan oleh para imam kuil.
Ksatria Templar, pendahulu untuk hari ini Ritus Freemason Skotlandia, menyembah kambing bertanduk aneh dewa, Baphomet. Hal ini diyakini banyak Illuminist  bahwa beginilah cara  mempersembahkan korban kepada dewa mereka, yang mereka yakini akan datang diakhir Zaman, Iblis yang mereka jadikan tuhan itu adalah Dajjal.
Kini, Master Gelap di planet bumi ini sangat senang sekali Dengan peningkatan pesat Popularitas “Tanda Tagan Okultisme Kepala Baphomet ini (baca : Jari Metallica) , dengan meningkatnya penggemar musik rock  diseluruh dunia. Untuk kebanyakan orang hal ini merupakan semangat untuk bersenang-senang, berpesta, minum, dan pemberontakan, menebar racun perpecahan antar Negara, antara bangsa dan Antar Agama sehingga sudah semakin parah mereka akan berkuasa.
13430515221499159537
Lihatlah Kode Tangan OBAMA (Snippits.Blogspot.com)
Bukankah itu Presiden baru Amerika BARACK OBAMA, (dikelilingi oleh orang-orang Yahudi dan sibuk mendorong agenda mereka di Amerika) mengedipkan mata dan memberikan tanda persekutuan “El Diablo” (Sumpah Persekutuan Obama dengan Pemuja Setan) sebelum pelantikannya. Dan Michelle istrinya adalah anggota CFR, Kelompok Elit yang mengkampanyekan  NEW WORLD. (Yahudi?), terbentuknya ISRAEL RAYA di Tanah Palestina dan penantian mereka akan kedatangan Dajjal yang akan membela mereka.
13430515931873339412
Sinyal Persekutuan Pemujaan Setan Di Tanggan Michelle Obama (Snippits.blogspot.com)
Foto ini adalah Edisi Maret 2009, menunjukkan contoh sempurna dari  suatu hal  “Tersembunyi di depan mata“. Untuk orang-orang  yang mengerti bahwa ini adalah sebuah perjanjian persekutuan dengan Setan sebagai bentuk permohonan untuk didukung dalam “menguasai” Pemerintahan sebuah Negara.
1343051649957684115
Kode Pemujaan Setan, Metallica Roccer Dari Seorang Rabbi (Snippits.blogspot.com)
Ketika saya kebetulan menemukan beberapa gambar hati Saya Berdetak Keras karena saya tahu Saya telah menemukan sesuatu yang langka.  Sumpah Persekutuan dengan Iblis oleh seorang Rabbi yang tidak disebutkan namanya dan Ronald Reagan Presiden Amerika Serikat.
13430517241227386789
Lihatlah Kode Tangan Presiden Reagen (Snippits.blogspot.com)
13430518191762940422
Kode Persekutuan SARAH PALIN, Perhatikan baik2 tanganya, Dengan Kode ini calon Pemimpin atau Selebritis akan dibantu oleh Gerakan International untuk Menguasai (Snippit.blogspot.com)
Simbol kuno murid iblis “ Tanduk Iblis atau El Diablo terlihat jelas pada Foto diatas, Masyarakat mengacungkannya di zaman modern yang paling terkenal oleh penghibur populer (Rocker) dan Para Pemusik dunia lainnya. Presiden Bush, melakukan hal yang sama. Memberikan tanda persekutuan dengan Iblis sebelum pelantikanya. Menariknya, Bush mengaku sebagai seorang Pemeluk Agama yang baik tetapi juga merupakanAnggota Skull Setan dan Klub Tulang sejak dari  universitas. Taukah Anda apa alasannya? Organisasi Setan tidak melihat Anda beragama apapun, terpenting buat mereka adalah memuja mereka dan menjadi anggota mereka saat Dajjal datang suatu saat nanti. Maka lahirlah gerakan Liberalisasi di agama-agama, seperti Islam Liberal, Kristen Liberal dan sebagainya.
13430518841469693087
Kode Persekutuan BUSH Pada Organisasi Pemuja Setan (Snippits.blogspot.com)
134305193421524091
Ritual Pemujaan Setan (Snippit.blogspot.com)
Foto Bush dan Laura ke Gedung Putih. Dibawahnya Foto Ritual Penyembahan Setan oleh Organisasi Lubovitch Chabad, sebuah organisasi Yahudi fanatik yang mengambil alih Amerika Utara melalui organisasi Sayap mereka seperti Bnai Brith, ADL , ACLU dan AIPAC. Mereka menyembah Altar yang menampilkan Kambing Mendez atau Baphomet, sebagai bentuk pengakuan kesetiaan mereka kepada SangMata Melihat Semua (Horus Eye)” atau Disebut juga Dajjal.

Sumber 
Bandung, 23 Juli 2012
ADI SUPRIADI (Assyarkhan)

Jumat, 11 April 2014

Selama Kekayaan Alam Dirampok Asing Indonesia Akan Terus Miskin


Ladang Minyak dan Gas Indonesia Dikuasai Asing
Ladang Minyak dan Gas Indonesia Dikuasai Asing
Kenapa Pesawat dan Helikopter TNI Indonesia sering jatuh sehingga lebih dari 150 orang tewas di tahun 2008-2009?
Kenapa 120 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan (versi Bank Dunia)?
Kenapa meski SD-SMP gratis tapi SMU dan Perguruan Tinggi Negeri justru mahal dan tidak terjangkau bagi rakyat miskin?
Kenapa pelayanan kesehatan umum di Indonesia sangat mahal dan tidak terjangkau?
Kenapa korupsi merajalela di Indonesia?
Kenapa rel kereta api dan kabel telpon dicuri?
Kenapa penculikan anak sering terjadi, begitu pula perampokan yang tak jarang menimbulkan korban jiwa?
Kenapa Hutang Luar Negeri Indonesia terus meningkat dari Rp 1.200 trilyun di tahun 2004 jadi Rp 1.600 trilyun di tahun 2009?
Kenapa Indonesia selalu bergantung pada Investor Asing dan jika tak ada Investor Asing datang maka pembangunan tidak berjalan?
Jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah karena Indonesia tidak punya cukup uang. Kenapa tidak punya cukup uang? Karena kekayaan alam Indonesia dikuras asing dan perekonomiannya dikuasai asing. Contohnya untuk tambang emas dan perak di Papua, Freeport dapat 99% sementara 230 juta rakyat Indonesia harus puas dgn 1% saja. Bagaimana Indonesia tidak miskin?
Akibatnya, mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Sebagian dari mereka terpaksa mencuri, menculik, merampok dan sebagainya untuk mendapatkan uang. Seorang anggota Kapak Merah yang didor polisi berkata, “Biarlah saya ditembak mati. Habis saya cuma lulus SD. Cari kerja susah. Jadi merampok guna mendapatkan uang”
Pemerintah tidak bisa membeli pesawat dan helikopter baru untuk menggantikan pesawat dan helikopter lama yang umurnya sudah 30 tahun lebih. Pemerintah hanya bisa memberi bantuan Rp 100 ribu/bulan untuk kurang dari 40 juta rakyat Indonesia. Itu pun BLT tidak bisa berjalan rutin setiap bulan. Pemerintah tidak bisa membiayai penuh pendidikan dan kesehatan sehingga mayoritas rakyat Indonesia meski tergolong miskin versi Bank Dunia harus membayar mahal untuk pendidikan dan kesehatan.
Dengan mahalnya biaya pendidikan di SMU dan Perguruan Tinggi Negeri, maka jika zaman ORBA mayoritas rakyat lulusan SMA, maka dalam 5-10 tahun mendatang jika kebijakan Ekonomi tidak berubah rata-rata pendidikan hanya lulus SMP saja.
Karena pemerintah tidak punya cukup uang, maka terpaksa harus berhutang dan menggantungkan pada datangnya Investor Asing. Jika tidak, pembangunan tidak akan jalan. Menurut penganut paham Ekonomi Neoliberalisme tanpa hutang tidak mungkin ada pembangunan. Padahal kalau hutang sudah membukit dan si peminjam sampai mendikte bangsa Indonesia untuk menyerahkan kekayaan alam dan menjual BUMN yang dimiliki serta menaikkan berbagai harga yang menyengsarakan rakyat, itu sudah tidak sehat lagi.
Hutang Indonesia yang sudah mencapai 68% dari GNP jelas sudah sangat besar dibanding Singapura yang hanya 14%, Arab Saudi 11%, Iran 8%, atau bahkan Malta yang 0%! Jangan “Besar Pasak daripada Tiang!” begitu kata-kata yang bijak dari nenek moyang kita.
Korupsi merajalela di negara kita karena gaji pejabat dan pegawai negeri di Indonesia sangat kecil. Menurut seorang staf Bappenas, GAJI POKOK pejabat tertinggi hanya Rp 3 juta. Padahal di AS, gaji pengantar Pizza saja yang menurut ukuran sana miskin, mencapai Rp 14 juta. Itu pun belum termasuk Tips!
Gaji Presiden Indonesia kurang dari Rp 70 juta/bulan. Kekayaan Presiden SBY “hanya” RP 8,5 milyar! Padahal gaji CEO Chevron (satu perusahaan migas asing yang beroperasi di Indonesia) mencapai US$ 7,8 juta/tahun atau Rp 7,1 milyar/bulan. Artinya dalam 30 tahun masa kerja, CEO perusahaan migas asing ini pendapatannya mencapai  Rp 2,5 trilyun! Itu baru satu orang. Kalau Direksi ada 5 orang dan komisaris ada 5 orang, semuanya bisa mendapat Rp 12 trilyun. Darimana uang untuk menggaji mereka sebesar itu? Di antaranya ya dari minyak dan gas Indonesia!
Coba anda bayangkan, jika Dirut perusahaan migas asing total gajinya mencapai Rp 2,5 trilyun, sementara Dirut BUMN Pertamina hanya Rp 100 juta/bulan atau Rp 36 milyar, mana yang lebih banyak mengambil uang dari kekayaan alam Indonesia? Tentu Dirut perusahaan asing bukan? Bahkan seandainya Dirut BUMN itu korupsi Rp 1 trilyun pun tetap saja lebih banyak uang yang diambil Dirut perusahaan asing dari bumi Indonesia dengan gaji raksasanya yang “legal.”
Silahkan lihat Daftar Perusahaan Terkaya versi Forbes 500:
1. Exxon Mobil, pendapatan $390.3 billion/tahun, gaji CEO, Rex W. Tillerson, $4.12M/tahun
3. Shell, pendapatan $355.8 billion/tahun, gaji CEO, Jeroen van der Veer, €7,509,244
4. British Petroleum, pendapatan $292 billion/tahun, gaji CEO, Tony Hayward, $4.73M
6. Total S.A., pendapatan $217.6
7. Chevron Corp., pendapatan 214.1 billion/tahun, gaji CEO, David J. O’Reilly, $7.82M
8. Saudi Aramco (BUMN Saudi), pendapatan $197.9 billion/tahun
10. ConocoPhillips, pendapatan $187.4 billion/tahun, gaji CEO, James Mulva, $6.88M
Total dari perusahaan itu saja (10 perusahaan teratas versi Forbes 500) yang juga beroperasi di Indonesia mengelola kekayaan alam kita, itu US$ 1.655 milyar atau sekitar 17 ribu trilyun/tahun. Di antaranya berasal dari kekayaan alam Indonesia. Jumlah itu 17 kali lipat dari APBN Indonesia tahun 2009 yang hanya mencapai Rp 1.037 Trilyun.
Dari data di atas, cukup aneh jika Indonesia yang katanya untuk Migas dapat 85% (kalau Pertambangan lain Indonesia memang cuma dapat 15%) dan asing cuma 15% ternyata dapat tidak lebih dari Rp 350 trilyun/tahun dari Migas sementara 6 perusahaan migas tersebut yang “cuma” dapat 15% bisa mendapat Rp 17.000 Trilyun! Atau 5.600% lebih! Menurut nalar saya itu tidak masuk di akal.
Itu belum dari berbagai perusahaan lain seperti Freeport, Newmont, BHP, dsb yang menguasai emas, perak, tembaga, nikel, dsb di Indonesia. Bisa jadi total penerimaan mereka sekitar Rp 30 Ribu Trilyun/tahun.
Ada yang menyebut bahwa selain yang 15% itu, pihak asing juga mengklaim “Cost Recovery” untuk eksplorasi migas dan juga operasional sehingga besarnya bisa mencapai 30-40%. Selain itu besar migas yang diproduksi juga tidak jelas. Amien Rais berkata, “Jika dari perusahaan migas langsung gasnya disalurkan melalui pipa ke Singapura, bagaimana kita tahu berapa gas yang sebenarnya diproduksi?”
Perbedaan signifikan besarnya angka pendapatan yang diperoleh 6 perusahaan Migas dengan minimnya pendapatan yang diperoleh bangsa Indonesia harusnya menjadi satu indikasi yang harus diinvestigasi.
Freeport yang sekedar “Tukang Cangkul” di Papua mendapat royalti emas dan perak sebesar 99%, sementara lebih dari 230 juta rakyat Indonesia yang merupakan pemilik tambang emas dan perak cuma diberi 1%. Menkeu Agus Martowardojo juga menyatakan bahwa ada ilegal ekspor tambang. Penambang asing cuma mengaku mengekspor 5 juta ton hasil tambang. Sementara data impor tambang tersebut di luar negeri dari Indonesia mencapai 20 juta ton:
Jadi jika ternyata yang diakui asing jumlahnya cuma 1/4, dan dari 1/4 itu Indonesia hanya diberi 1%, Indonesia itu cuma dapat 0,25% dari hasil tambang emas, perak, dsb. Inilah sebabnya kenapa negeri Indonesia yang kaya dengan hasil alamnya, ternyata mayoritas rakyatnya hidup miskin dan melarat.
Arab Saudi cukup cerdas menasionalisasi perusahaan Aramco tahun 1974. Tahun 1970-an, Arab Saudi masih termasuk negara miskin. Kekayaan alam mereka berupa minyak tidak dapat mensejahterakan mereka karena dikuasai perusahaan AS, Aramco. Namun sejak raja Faisal menasionalisasi Aramco, maka seluruh hasil minyak dapat dinikmati oleh rakyat Saudi Arabia. Jumlah uang yang masuk untuk pembangunan pun berlimpah sehingga listrik di sana gratis, sementara bensin cuma Rp 1700/liter. Ini jauh lebih murah ketimbang Indonesia yang Rp 4.500/liter saja sudah ribut soal kurangnya subsidi karena 90% migas kita dikuasai perusahaan migas asing.
Foto di atas adalah foto Masjidil Haram saat Arab Saudi masih dilanda kemiskinan meski saat itu mereka sudah memproduksi minyak lewat perusahaan AS, Aramco. Foto di bawah adalah foto Masjidil Haram saat Arab Saudi kaya setelah menasionalisasi Aramco:
Chavez presiden Venezuela juga menasionalisasi perusahaan migas di sana sehingga Venezuela yang merupakan negara penghutang terbesar, sekarang rasio hutangnya hanya kurang dari 40% total GDPnya. Di bawah Indonesia yang rasio hutangnya sudah mencapai 68% dari GDP dan terus bertambah sekitar Rp 100 trilyun/tahun. Kuwait dan Qatar juga mengandalkan BUMN mereka untuk mengelola kekayaan alamnya sehingga tidak bocor ke asing.
Akibatnya negara mereka makmur. Ketika saya tinggal di Arab Saudi selama 6 bulan di rumah satu warga negaranya, di sana bukan cuma bensin lebih murah, tapi sekolah, listrik, rumah sakit gratis. Bahkan di sana kalau kuliah diberi uang saku.
Negara-negara yang maju/makmur seperti AS, Inggris, Perancis, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dsb itu tidak pernah menyerahkan kekayaan alam mereka ke asing. Mereka mengelola sendiri kekayaan alam mereka. Qatar dan Kuwat meski SDMnya sedikit, mereka tetap buat BUMN sendiri. Tenaga ahli mereka cari dari luar negeri termasuk dari Indonesia. Coba lihat Kompas Sabtu-Minggu di kolom lowongan kerja, banyak iklan lowongan kerja dari BUMN Qatar, Kuwait, dsb yang mencari ahli migas dari Indonesia. Dan memang SDM Migas Indonesia cukup ahli dan melimpah karena sebagian besar pekerja di perusahaan migas asing di Indonesia juga merupakan putra-putri Indonesia.
Bahkan Malaysia pun yang serumpun dengan kita dengan jumlah penduduk lebih sedikit dan di bawah kita kualitas SDMnya tetap mengelola sendiri migas mereka via BUMNnya Petronas sehingga 4 kali lipat lebih makmur dari kita. Gedung Petronas pun berdiri megah sebagai gedung tertinggi kedua di dunia sebagai bukti nyata keberhasilan BUMN tersebut.
Biaya Nasionalisasi ternyata amat rendah. Meski Exxon menuntut ganti rugi US$ 12 Milyar atas aset mereka yang dinasionalisasi, namun Lembaga Arbitrase Internasional setelah menaksir hanya menetapkan pemerintah Venezuela membayar US$ 907 juta saja. Artinya dengan produksi minyak 3 juta bph dan harga minyak US$ 100/barel, pemerintah Venezuela sudah bisa melunasi aset Exxon tersebut.
Jadi untuk apa “mengundang Investor Asing” dan membiarkan mereka menyedot minyak dan gas Indonesia hingga puluhan tahun kalau ternyata biayanya bisa dilunasi dalam waktu yang sebentar saja?
Selama kekayaan alam Indonesia masih dinikmati oleh asing, Indonesia tidak akan pernah bebas dari kemiskinan.
Tidak ada satu bangsa pun yang maju dan sejahtera yang menyerahkan kekayaan alamnya ke pihak asing. Jika kita lihat negara-negara yang maju/makmur seperti AS, Inggris, Perancis, Jerman, Swis, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Venezuela, dan sebagainya, mereka tidak mau menyerahkan kekayaan alamnya ke pihak asing. Harusnya ekonom Indonesia berjuang agar Indonesia bisa mandiri. Bisa berdikari.
AS, Inggris, Perancis, Belanda, dsb maju dan makmur karena selain mengelola kekayaan alamnya sendiri, mereka juga menguras kekayaan alam negara lain. Tak heran jika Anggaran Belanja Militer AS saja mencapai US$ 655 Milyar/tahun atau Rp 6.550 Trilyun/tahun sementara Anggaran Belanja Militer Indonesia cuma Rp 36 Trilyun saja. Kurang dari 1% anggaran AS!
Bukan justru membujuk rakyat/pemerintah agar Indonesia tidak mandiri dan bergantung kepada perusahaan2 asing yang ternyata justru memperkaya perusahaan dan direksi mereka sendiri
Oleh karena itu, dari Rp 30 Ribu Trilyun/tahun yang didapat perusahaan-perusahaan asing tersebut, bisa jadi 10-20% berasal dari kekayaan alam Indonesia atau minimal Rp 3.000 Trilyun/tahun.
Saat ini APBN Indonesia hanya sekitar Rp 1.000 trilyun untuk 240 juta rakyat Indonesia. Artinya tiap orang hanya mendapat sekitar US$ 34/bulan. Masih di bawah garis kemiskinan Bank Dunia yang US$ 60/bulan/orang. Tak heran Indonesia tidak punya cukup uang untuk mensejahterakan rakyat, memberi pendidikan yang terjangkau dari SD hingga Perguruan Tinggi, memberi layanan Rumah Sakit yang terjangkau, Pembaruan Alutsista, menyelamatkan anak-anak jalanan, dan sebagainya.
Bayangkan seandainya Indonesia mandiri dan mendapat tambahan Rp 3.000 trilyun dari hasil kekayaan alamnya sehingga APBN kita menjadi Rp 4.000 trilyun/tahun. Artinya ada US$ 138/bulan untuk setiap orang. Seluruh penduduk Indonesia bisa lepas dari garis kemiskinan VERSI BANK DUNIA yang US$ 60/bulan. Indonesia bisa melunasi hutangnya yang Rp 1.600 trilyun dengan mudah. Indonesia tidak perlu menunggu-nunggu “INVESTOR ASING” untuk membangun negerinya.
Segala janji bahwa pendidikan murah, layanan Rumah Sakit murah, pembaruan alutsista, atau pun mensejahterakan rakyat itu hanya omong kosong belaka jika Presiden kita tidak mau mandiri mengelola kekayaan alam Indonesia. Indonesia tidak akan punya cukup uang selama hasil kekayaan alam kita yang menikmati justru Kompeni-kompeni gaya baru yang didukung oleh pemerintah mereka.
Lihat video di mana Kompeni gaya baru yang didukung AS dan Inggris turut campur untuk menguasai kekayaan alam Indonesia sehingga 1 juta korban tewas:
Indonesia butuh pemimpin yang bijak dan berani seperti Raja Faisal dari Arab Saudi dan Hugo Chavez dari Venezuela yang berani menasionalisasi perusahaan pertambangan asing dan mandiri mengelola kekayaan alamnya.